Kamis, 01 Maret 2012

Koleksi Kata 1

M a k a m

kubur aku disisi makam ayah
jika tidak
aku tak ingin tanah menyentuh jasadku
laut atau santapan burung bangkai
aku sudah siap menghadapi takdir demikian...
;apa salah jika aku merindui sosoknya?
untuk sekali saja...

penyekar pusara
nisan tak berbusana
daun kering diantaranya
bergerak lembut diantara rapalan doa
manusia
lebih laknat tanpa kesadaran siksa kubur didalamnya...

sertai jasadku dengan tanda tanya
agar dapat ku jawab satu demi satu
untuk menemani perjalananku ini
jika tidak
aku tak akan mampu menjawab pertanyaan mereka
aku tak sanggup mencegah murka para penyiksa
;apakah aku tampak seperti pengecut jika ingin membawa bekal?
untuk sekali saja

amini rintihku dalam barzah
jika tidak
aku akan tenggelam dalam buruknya neraca
organ tak lagi dapat kuperintah
apakah aku terlihat kekanakan jika berbicara tentang ajal?
untuk selamanya...

hatiku beramal
otakku mendumal
tanganku tersasar
jasadku terkapar
ruhku menjadi pelampiasan
segala ganjaran yang terlampir dalam
buku besar kehidupan...

- Sigit Sugiharto
Batam, 5/9/11
 


Mendekap Hati


pelita tampak bersinar melampaui kadar
teramputasi berjuta bayangan
hitam ungu
hijau abu-abu
bergemuruh memaksa tahu isi qolbu
ya, kamu...

celah sinar tembok didada
menerawang jiwa pribadi lama
garis takdir terajut seenaknya
menjadikan atas nama Tuhan
pelipur lara pribadi di tengah tangis para nabi
ya, manusia...
terus berlanjut sejak jaman purba
menggeledah hati
menjadi perintah Illahi
entah gerak atau ambisi
masih terjadi, disini...

sepertiga malam
ayat ayat al-quran masih terdengar
disisi manusia kurus kering
kelaparan...
dalam dekapan benci
dalam dekapan suci
dalam dekapan cinta
dalam dekapan petinggi agama
dalam dekapan hati
manusia mengutuk tragedi tanpa syukur dihati
ya, dunia...
sekali lagi dia menunjukkan taringnya untuk disadari
....

cgit /markas
Batam, 2011




Bahu Peri

jemariku menjamah bimasakti
terjerat dilembah yang tersakiti
lengking menggema
terikat pada upacara sujud purnama
satu pesona
cukup baginya membelah lautan merah

kelakar sang rembulan
diantara rasa takut akan kehilangan
aku terbaring diantaranya
menyaksikan gerakannya yang lembut, seperti maut

tongkat Musa
kokoh jiwa Rabiah
dalam sayembara anugerah tertera
;perayaan pementasan
;lucuti keinginan
;doa bertaburan
antara dua zaman berlapis jutaan peradaban
Nuh menangis disisi Tuhan
dimata
gerbang neraka seperti pintu surga
dalam jibaku ritual ibadah

aku sandarkan lelahku
diatas bahu peri saat senja teduh
diantara menara-menara negeri berhati batu

aku tertawa, tentu
disela wajah yang berkelebat menjauh
terbawa kereta dengan kecepatan penuh

peri disampingku hanya dapat hidup melalui arti
bukan melalui rindu, sepertiku

cgit/ Markas
Batam, 2011





Lamunan Kecil Masa Depan (Rough Essay)


Ada sebuah gerakan di p.jawa yg bertajuk "Teknologi Bukan Tuhan Kami"

Miris memang, jika kita membayangkan masa depan yg demikian luas hingga segala bentuk penyerapan dapat dengan mudah diinterupsi teknologi khususnya mediasi. Sedikit meniru gaya ungkapan penulis "Media telah melipat realitas kedalam sebuah kemasan yg dpt dengan mudah kita konsumsi"

untuk lbh dapat menjinakkan paradigma status quo tersebut (setidaknya), injak virusnya (hal2 yg tak berguna misalnya,meski pd dasarnya smw berguna),,rangkul dan kembangakan aplikasi yg lahir dr semua impuls diri yg dapat kita kembangkan melalui teknologi.

Sesungguhnya pencapaian spiritual terletak pada penerimaan hal-hal baru yg bahkan kita tidak sukai sama sekali. Dengan menerima dan mendapatkan warisan yg ada, lalu meneruskannya menjadi pusaka dan karya yg kelak menjadi warisan berikutnya untuk generasi yg menjadi cikal bakal, pembangun atau perusak. Agama, bahasa, etika, budaya dan segala macam bentuk teknologi yg ada disekitar kita tak lain adalah sebuah karya cipta yg diwariskan kehadapan kita untuk kita gunakan sebagaimana mestinya. Baik dan buruk adalah implementasinya.

Kita lah pewaris sah yg kelak akan terjerumus atau lulus dalam persinggahan singkat ini. Tinggal pilih mana yg lebih berguna dan berarti demi pewaris selanjutnya kelak. Pewaris yg praktis tak dapat menghindari Mesin Raksasa bernama teknologi diantara jeratan kapital serta aksioma yang ada.

Baik dan buruk adalah implementasinya. Semoga kita dapat berada diluar dualitas yg menjerat tersebut. Yang sering membawa kita pada kebimbangan diantaranya. Baik atau buruk kah?
Terlalu disayangkan...

Bukankah kita tahu "sebaik2nya pribadi adalah yg berguna bagi pribdadi lain"

Seperti syair yg dilantunkan band inggris Coldplay dalam lagu 'Talk';
"You can take a picture of something you see. In the future where will you'll be"

Info baca :
- Spiritualitas Posreligius (Book)
- 9 Risalah Al Gozhali (Book)
- Intelegensi Spiritual (Book)

Sigit Sugiharto (Al Faqir)
Batam, 2011

---------------------------------


Doa Bumi

ya Robb,, sadarkan kami yang selalu lupa pada kebesaranMu...
selalu sombong pada keterbatasan ini...
selalu berdusta pada kebenaranMu...
kami mohon jauhkan negeri ini dari bencana...
ampunilah umat yang telah membuatMu murka...
beri kami iman yang kuat untuk menyadari bahwa bumi telah sedemikian tua...
sungguh bukan bencana yg kami takuti...
bukan kesengsaraan yg menjadi mimpi buruk kami...
namun akhir batas kehidupan ini...


kami sangat gusar pada ketidaktahuan kami...
meski Kau adalah Yang Maha Memberi, namun garismu masih menjadi misteri...
kami mohon tancapkan kebesaranMu pada hati kami...
agar kami dapat membaca apa yang terlupa,,diantara terjadinya bencana...


amiiin...


Sigit
Batam, 6/8/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar