ada yg mengeluh,, ada yg tertawa...
sungguh kompleks dimata...
atau memang masalalu yg kupunya terlalu hitam warnanya...
dimana bentuk menjadi sketsa yg harus binasa...
dosa, meski tak ada kitab yg menulisnya, namun kerap neraca yg menjawabnya...
sungguh kita tak mampu mengindahkannya barang sejengkal jika tak ada keyakinan terngiang...
keluar dari rahim siluman pun tidak kuhiraukan, jika kutahu hanya menjadi bebanmu ibu...
menapaki setiap keringatnya yg jatuh, kumelihat ibarat ombak yg membasahi gurun...
meratapi setiap tangisnya yg luruh, kudapati langit memuntahkan api dari perut neraka yg berebut membakarku...
mendengar setiap ceritanya, kusaksikan kicau burung diseluruh jagat raya yg bercerita tentang peristiwa sejarah dunia...
ibu...
kemana lagi dapat kurasakan sentuhan jemari kasarmu dengan garis tangan yg terbentuk oleh kehidupan yg dijalani dengan hati yg sedikitpun tak mengenal gentar...
dimana lagi dapat kuresapi nasihat abadi yang keluar dari sabdamu ibarat lengking terompet sangkakala yang menerobos telinga dan tersimpan hingga aku tua...
mohon ampun padamu dengan segala kekuranganku...
bismillah...
cgit
markas, 10.28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar