malam itu, kamu menyapaku dengan senyum menawan...
aku telah meminta Tuhan untuk mengizinkan aku menikmati apa yang kau miliki, meskipun hanya sebatas senyum...
aku tak mau mencari tau apakah senyum itu bahagia atau luka...
selama dapat mencairkan hati yang gundah, tak ada bedanya...
Al Faqir
- 02 mei 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Jauh Rasanya
Rinduku datang dan pergi mengikuti alur takdir yang ku yakini...
entah ditempat seperti apa aku akan mati...
Bukan keindahan pesona atau luapan rasa, aku ibarat debu yang hanya menjadi kotoran di dunia.
Alhamdulillah, Allah tau apa yang terbaik bagi umatNya...
Bukan citra atau nama, aku rindu riwayat Illahi yang terangkum dalam qalam semesta...
entah ditempat seperti apa aku akan mati...
Bukan keindahan pesona atau luapan rasa, aku ibarat debu yang hanya menjadi kotoran di dunia.
Alhamdulillah, Allah tau apa yang terbaik bagi umatNya...
Bukan citra atau nama, aku rindu riwayat Illahi yang terangkum dalam qalam semesta...
PLENGKUNG
aku masih ingat heningnya...
aku masih rasa sketsa riak ombaknya...
Pantai Plengkung...
aku merindukan kebisuanmu disana...
hutan belantara seperti mengamini ritualmu yang dalam...
dalam tafakur alam, aku bercerita...
semoga masih ada waktu dan umur panjang untuk kembali menyapamu...
menikmati heningmu yang melampaui rahasia-rahasia yang tersembunyi di cericit burung atau lenguh musang yang tersasar di gelap subuh....
sisakan untukku meskipun sedikit, kerinduan yang jauh...
- Batam
aku masih rasa sketsa riak ombaknya...
Pantai Plengkung...
aku merindukan kebisuanmu disana...
hutan belantara seperti mengamini ritualmu yang dalam...
dalam tafakur alam, aku bercerita...
semoga masih ada waktu dan umur panjang untuk kembali menyapamu...
menikmati heningmu yang melampaui rahasia-rahasia yang tersembunyi di cericit burung atau lenguh musang yang tersasar di gelap subuh....
sisakan untukku meskipun sedikit, kerinduan yang jauh...
- Batam
Risau
Duhai Pemilik Qalbu...
hamba hanya bertumpu padaMu...
niat, adab, iman, tauhid, istiqomah, taat, jamaah...
pilar apa lagi yang akan Kau tumbangkan dihatiku ini?
sudahlah, kepercayaanku sudah terganggu...
tak lagi teguh seperti dulu...
sesungguhnya aku ingin mengadu...
tapi keyakinanku membutuhkan pelarian yang jauh...
ya Robb, mohon siapkan tempat yang layak untukku
tanpa hiasan atau buaian...
**senggolbacok!!!
hamba hanya bertumpu padaMu...
niat, adab, iman, tauhid, istiqomah, taat, jamaah...
pilar apa lagi yang akan Kau tumbangkan dihatiku ini?
sudahlah, kepercayaanku sudah terganggu...
tak lagi teguh seperti dulu...
sesungguhnya aku ingin mengadu...
tapi keyakinanku membutuhkan pelarian yang jauh...
ya Robb, mohon siapkan tempat yang layak untukku
tanpa hiasan atau buaian...
**senggolbacok!!!
Kontra
mataku ibarat lahar...
jika amarahnya terganggu
maka apinya dengan cepat akan menjalar
entah apa yang akan diberangusnya
hutan atau pegunungan
namun aku selalu merindukan lautan...
tenang dan sepi
hatiku
seperti bumi yag mati
- batam -
jika amarahnya terganggu
maka apinya dengan cepat akan menjalar
entah apa yang akan diberangusnya
hutan atau pegunungan
namun aku selalu merindukan lautan...
tenang dan sepi
hatiku
seperti bumi yag mati
- batam -
Semut Jinjit
injit injit semut
klo sakit naik keatas
injit injit semut
kalo sakit jangan dihempas
injit injit semut
jika mungkin langit kuretas
injit injit semut
apa daya hamba tak pantas
- batam -
klo sakit naik keatas
injit injit semut
kalo sakit jangan dihempas
injit injit semut
jika mungkin langit kuretas
injit injit semut
apa daya hamba tak pantas
- batam -
HATIKU MERACAU
------------
Genealogi Split Personality
cintaku lahir diantara nafas yang memburu menikmati lekuk parasmu...
dalam keterbatasan libidinal, aku sesekali terbuai dalam fiksasi yang menyeretku untuk dapat lebih merasakan kehadiran self itu, entah tegas atau runtuh, setidaknya aku telah berusaha untuk keluar dari jerat pribadi yang opaque...
lama sudah kuinjak habis perangkap oedipus (yang notabene) mengimplikasikan kondisi pribadi-pribadi yang menjadi sejarah dalam hidupku...
sengaja memang fase itu tak kucetuskan, meski hanya sekedar versi pribadi, namun yakin atau tidak, jika diberlakukan, akan tetap meninggalkan residual...
- skizoid version -
Genealogi Split Personality
cintaku lahir diantara nafas yang memburu menikmati lekuk parasmu...
dalam keterbatasan libidinal, aku sesekali terbuai dalam fiksasi yang menyeretku untuk dapat lebih merasakan kehadiran self itu, entah tegas atau runtuh, setidaknya aku telah berusaha untuk keluar dari jerat pribadi yang opaque...
lama sudah kuinjak habis perangkap oedipus (yang notabene) mengimplikasikan kondisi pribadi-pribadi yang menjadi sejarah dalam hidupku...
sengaja memang fase itu tak kucetuskan, meski hanya sekedar versi pribadi, namun yakin atau tidak, jika diberlakukan, akan tetap meninggalkan residual...
- skizoid version -
Bungkam
mulut itu tajam
petir pun tak dapat membungkam
bicara yang baik, luruskan jika ada kesalahan...
jangan sembunyikan kebenaran
terlebih mengorbankan orang
-gariskeras
petir pun tak dapat membungkam
bicara yang baik, luruskan jika ada kesalahan...
jangan sembunyikan kebenaran
terlebih mengorbankan orang
-gariskeras
Senin, 02 April 2012
Sabda Harian
kamu, hartaku yang tak ternilai...
meski dibandingkan dgn ribuan keindahan
meski diganti dengan kepuasan zaman
karena, hanya dengan doamu, semua lbh dari sekedar tergantikan...
kuyakin Allah pun tersenyum jika aku menyebut namamu...
ibu
28 Maret 2012
-------------------------------------
alhamdulillah, diantara kabar yang membuatku harus lbh sabar, ada kamu yg jauh disana memberikan doa, dukungan dan kenyataan hidup bahwa tak ada seorangpun yang tidak memiliki teman, meskipun hanya satu, itu sudah cukup untuk berjalan...
everybodies here need somebody to lean on...
- Stay still at Uluwatu
27 maret 2012
-------------------------------------
kamu terlalu kagum pada hal baru...
pada keindahan2, pada pesona, pada kepiawaian manusia dan dunianya...
namun tak sedikitpun merasa bersyukur pada udara atau cakrawala yang telah ratusan tahun menghidupi dan mengajarkan kita arti hidup itu sendiri...
tanpa sadar, kita telah lupa...
aku yakin kamu tak mengakuinya, itulah kita, selalu menjadi yang benar...
meski kita berdiri diantara bualan semata, kita selalu merasa benar...
bahkan Tuhan pun dengan mudah kita singkirkan, saat kita berpegang teguh pada harga diri,, yang pada akhirnya akan mati...
meski dibandingkan dgn ribuan keindahan
meski diganti dengan kepuasan zaman
karena, hanya dengan doamu, semua lbh dari sekedar tergantikan...
kuyakin Allah pun tersenyum jika aku menyebut namamu...
ibu
28 Maret 2012
-------------------------------------
alhamdulillah, diantara kabar yang membuatku harus lbh sabar, ada kamu yg jauh disana memberikan doa, dukungan dan kenyataan hidup bahwa tak ada seorangpun yang tidak memiliki teman, meskipun hanya satu, itu sudah cukup untuk berjalan...
everybodies here need somebody to lean on...
- Stay still at Uluwatu
27 maret 2012
-------------------------------------
kamu terlalu kagum pada hal baru...
pada keindahan2, pada pesona, pada kepiawaian manusia dan dunianya...
namun tak sedikitpun merasa bersyukur pada udara atau cakrawala yang telah ratusan tahun menghidupi dan mengajarkan kita arti hidup itu sendiri...
tanpa sadar, kita telah lupa...
aku yakin kamu tak mengakuinya, itulah kita, selalu menjadi yang benar...
meski kita berdiri diantara bualan semata, kita selalu merasa benar...
bahkan Tuhan pun dengan mudah kita singkirkan, saat kita berpegang teguh pada harga diri,, yang pada akhirnya akan mati...
Minggu, 04 Maret 2012
Not 2 Late 4 November
Give someone a hand.
We have energy and talent to spare.
Lelah ini tak pernah mau jauh dariku...
mungkin baiknya biarkan saja hingga semua dapat terlihat sekuat apa perasaan itu...
sejauh apa manifestasi hasrat ini bisa melampaui mimpi...
mugkin hanya bayangan saja yang pantas kudapati, bukan seonggok nyatanya yang bisa memberiku sentuhan, senyuman dan sindiran hingga aku dapat hidup atau bahkan mati berulang kali...
jika semua dapat terlampaui nanti, akan kujemput mimpi dengan hati-hati...
sadar bahwa gugup yang demikian pasti, segera menyerangku bertubi-tubi lagi...
tapi biar saja semua menjadi mati yang abadi...
Yang dapat melakukan keajaiban hanya ketidak berhinggaan rasa yang telah berubah menjadi residual dalam jiwa...
mugkin saja (jika sudah takdir) itu terjdi pada saat semua hal tak dapat tinggal dihati bahkan setelah aksi romantisme yang dapat melampaui mimpi pun terbukti,,
namun tetap tak dapat membuat kamu mengerti...
dia tahu,,
aku dapat
melakukan tanpa batas disipin tertentu atau bahkan dapat menglami ekstase mitis ini itu...
We have energy and talent to spare.
Lelah ini tak pernah mau jauh dariku...
mungkin baiknya biarkan saja hingga semua dapat terlihat sekuat apa perasaan itu...
sejauh apa manifestasi hasrat ini bisa melampaui mimpi...
mugkin hanya bayangan saja yang pantas kudapati, bukan seonggok nyatanya yang bisa memberiku sentuhan, senyuman dan sindiran hingga aku dapat hidup atau bahkan mati berulang kali...
jika semua dapat terlampaui nanti, akan kujemput mimpi dengan hati-hati...
sadar bahwa gugup yang demikian pasti, segera menyerangku bertubi-tubi lagi...
tapi biar saja semua menjadi mati yang abadi...
Yang dapat melakukan keajaiban hanya ketidak berhinggaan rasa yang telah berubah menjadi residual dalam jiwa...
mugkin saja (jika sudah takdir) itu terjdi pada saat semua hal tak dapat tinggal dihati bahkan setelah aksi romantisme yang dapat melampaui mimpi pun terbukti,,
namun tetap tak dapat membuat kamu mengerti...
dia tahu,,
aku dapat
melakukan tanpa batas disipin tertentu atau bahkan dapat menglami ekstase mitis ini itu...
Flashback
Mungkin kita terlupa dengan artikel ini.
Detik-detik Rasulullah SAW menghadapi Sakaratul Maut.
Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan
sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Detik-detik Rasulullah SAW menghadapi Sakaratul Maut.
Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.
Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan
sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Remember The Time
Dia...
Riwayatnya terlalu cepat pergi dari hidup ini...
Meninggalkan kasih sayang dan hangat dekapan yang harusnya terlengkapi...
Membaka selamanya disana,,disisi ILLAHI Robbi...
Ya, terlalu cepat...
Di tepi kuburnya, hanya tinggal jejak-jejak kaki jiwa yang ditinggalkannya...
Yang mengantar jasadnya ke dalam bumi...
Jejak yang akan membekas disana,,jejak tertinggal yang setiap langkahnya digelayuti rasa??????
Disudut kamar dan teras rumahnya,,saudara-saudara dengan darah sama,, masih bersimpuh dengan air mata...
Riwayatnya terlalu cepat pergi dari hidup ini...
Meninggalkan kasih sayang dan hangat dekapan yang harusnya terlengkapi...
Membaka selamanya disana,,disisi ILLAHI Robbi...
Ya, terlalu cepat...
Di tepi kuburnya, hanya tinggal jejak-jejak kaki jiwa yang ditinggalkannya...
Yang mengantar jasadnya ke dalam bumi...
Jejak yang akan membekas disana,,jejak tertinggal yang setiap langkahnya digelayuti rasa??????
Disudut kamar dan teras rumahnya,,saudara-saudara dengan darah sama,, masih bersimpuh dengan air mata...
Kabar
ke barat dunia aku akan pergi
menapaki jejakmu yg tertinggal disini
kembali setelah jutaan nafas terbuang membalut sepi
seperti rintih anak pengemis terlindas pengabaian sombong manusia kini...
anehnya langit belum juga runtuh
angin masih senantiasa lembut menyapu debu
juga bumi belum juga bergetar dan lebur
padahal kemunafikan terus bertelur...
apa peduliku!
-.-"
tapi...?
mungkin memang Tuhan terlalu baik
sampai-sampai kematian pun diikut sertakan jadi garis kehidupan manusia...
andai saja Tuhan jahat
mungkin manusia akan kekal hingga jauh tersesat...
tapi kemunafikan belum berhenti lahir ke bumi!!!
jika Tuhan berkenan hadir ke dunia dengan menampakkan bentuk zat'Nya dihadapan manusia,
apa yg akan kita lakukan?
jelaskan padaku?
kutunggu kabar darimu...
menapaki jejakmu yg tertinggal disini
kembali setelah jutaan nafas terbuang membalut sepi
seperti rintih anak pengemis terlindas pengabaian sombong manusia kini...
anehnya langit belum juga runtuh
angin masih senantiasa lembut menyapu debu
juga bumi belum juga bergetar dan lebur
padahal kemunafikan terus bertelur...
apa peduliku!
-.-"
tapi...?
mungkin memang Tuhan terlalu baik
sampai-sampai kematian pun diikut sertakan jadi garis kehidupan manusia...
andai saja Tuhan jahat
mungkin manusia akan kekal hingga jauh tersesat...
tapi kemunafikan belum berhenti lahir ke bumi!!!
jika Tuhan berkenan hadir ke dunia dengan menampakkan bentuk zat'Nya dihadapan manusia,
apa yg akan kita lakukan?
jelaskan padaku?
kutunggu kabar darimu...
Tipu Daya
perlahan saja, jika kamu takut lelah...
sederhanakan saja, bila kamu takut ada yang berubah...
senyumlah, jika kamu mau semua terasa lebih mudah...
itulah hakmu, esensimu yang menjadi bagian dari jiwa...
kita tahu,,gemerlap lah yang membuat pribadi menjadi takut mengakui...
gemerlap lah yang membuat pribadi ragu mencintai...
gemerlap lah yang selalu menghalangi hati...
gemerlap lah yang kita hadapi...
gemerlap lah yang membuat kita teramat bangga hingga tak dapat lagi melihat kekerdilan diri kita sendiri...
...
pantaskah gemerlap mengelabui kita hingga buta dan mati...?
sederhanakan saja, bila kamu takut ada yang berubah...
senyumlah, jika kamu mau semua terasa lebih mudah...
itulah hakmu, esensimu yang menjadi bagian dari jiwa...
kita tahu,,gemerlap lah yang membuat pribadi menjadi takut mengakui...
gemerlap lah yang membuat pribadi ragu mencintai...
gemerlap lah yang selalu menghalangi hati...
gemerlap lah yang kita hadapi...
gemerlap lah yang membuat kita teramat bangga hingga tak dapat lagi melihat kekerdilan diri kita sendiri...
...
pantaskah gemerlap mengelabui kita hingga buta dan mati...?
Hope
ada yg mengeluh,, ada yg tertawa...
sungguh kompleks dimata...
atau memang masalalu yg kupunya terlalu hitam warnanya...
dimana bentuk menjadi sketsa yg harus binasa...
dosa, meski tak ada kitab yg menulisnya, namun kerap neraca yg menjawabnya...
sungguh kita tak mampu mengindahkannya barang sejengkal jika tak ada keyakinan terngiang...
keluar dari rahim siluman pun tidak kuhiraukan, jika kutahu hanya menjadi bebanmu ibu...
menapaki setiap keringatnya yg jatuh, kumelihat ibarat ombak yg membasahi gurun...
meratapi setiap tangisnya yg luruh, kudapati langit memuntahkan api dari perut neraka yg berebut membakarku...
mendengar setiap ceritanya, kusaksikan kicau burung diseluruh jagat raya yg bercerita tentang peristiwa sejarah dunia...
ibu...
kemana lagi dapat kurasakan sentuhan jemari kasarmu dengan garis tangan yg terbentuk oleh kehidupan yg dijalani dengan hati yg sedikitpun tak mengenal gentar...
dimana lagi dapat kuresapi nasihat abadi yang keluar dari sabdamu ibarat lengking terompet sangkakala yang menerobos telinga dan tersimpan hingga aku tua...
mohon ampun padamu dengan segala kekuranganku...
bismillah...
cgit
markas, 10.28
sungguh kompleks dimata...
atau memang masalalu yg kupunya terlalu hitam warnanya...
dimana bentuk menjadi sketsa yg harus binasa...
dosa, meski tak ada kitab yg menulisnya, namun kerap neraca yg menjawabnya...
sungguh kita tak mampu mengindahkannya barang sejengkal jika tak ada keyakinan terngiang...
keluar dari rahim siluman pun tidak kuhiraukan, jika kutahu hanya menjadi bebanmu ibu...
menapaki setiap keringatnya yg jatuh, kumelihat ibarat ombak yg membasahi gurun...
meratapi setiap tangisnya yg luruh, kudapati langit memuntahkan api dari perut neraka yg berebut membakarku...
mendengar setiap ceritanya, kusaksikan kicau burung diseluruh jagat raya yg bercerita tentang peristiwa sejarah dunia...
ibu...
kemana lagi dapat kurasakan sentuhan jemari kasarmu dengan garis tangan yg terbentuk oleh kehidupan yg dijalani dengan hati yg sedikitpun tak mengenal gentar...
dimana lagi dapat kuresapi nasihat abadi yang keluar dari sabdamu ibarat lengking terompet sangkakala yang menerobos telinga dan tersimpan hingga aku tua...
mohon ampun padamu dengan segala kekuranganku...
bismillah...
cgit
markas, 10.28
Temui Aku
kita melambai dalam irama yang senada...
meski garis yang ditempuh tak sama,,dengan aturan dan ritme yg berbeda...
namun kasih sayangmu dapat mendobrak semua rantai yg melilitku...
tapi, ingatlah sayang,, hal itu pun berlaku padamu...
ikutlah nada yg kau dengar, lihat dan sentuh gerak bayanganku...
aku siapkan sesuatu yg lebih dari sederhana untukmu, disana...
di sebuah tempat yang tak seorangpun tahu...
cgit, 28-07-11
markas, 24:17
meski garis yang ditempuh tak sama,,dengan aturan dan ritme yg berbeda...
namun kasih sayangmu dapat mendobrak semua rantai yg melilitku...
tapi, ingatlah sayang,, hal itu pun berlaku padamu...
ikutlah nada yg kau dengar, lihat dan sentuh gerak bayanganku...
aku siapkan sesuatu yg lebih dari sederhana untukmu, disana...
di sebuah tempat yang tak seorangpun tahu...
cgit, 28-07-11
markas, 24:17
Pelihara
kawanan serangga berseru...
"wahai qalbu, berpikir maju lah kamu!!! Kelak kau akan buktikan tak akan ada yg terampas dari hidupmu...!"
sementara lainnya msh berdiam diri dsini menunggu...
tanpa ada rasa malu...
dahsyatnya rasa gentar akan pertaruhan...
ratusan yg akhirnya hanya bisa menyaksikan...
ambil bagian, tidak ada...
masih saja, ketakutan lebih besar mengaum dari harapan...
inalillah...
prihatin makhluk tampak menyelimut..
dalam kuduk yg tertancap kencang oleh hasut...
biarkan aku bersujud...
cgit, markas
30-07-2011
"wahai qalbu, berpikir maju lah kamu!!! Kelak kau akan buktikan tak akan ada yg terampas dari hidupmu...!"
sementara lainnya msh berdiam diri dsini menunggu...
tanpa ada rasa malu...
dahsyatnya rasa gentar akan pertaruhan...
ratusan yg akhirnya hanya bisa menyaksikan...
ambil bagian, tidak ada...
masih saja, ketakutan lebih besar mengaum dari harapan...
inalillah...
prihatin makhluk tampak menyelimut..
dalam kuduk yg tertancap kencang oleh hasut...
biarkan aku bersujud...
cgit, markas
30-07-2011
Human Touch
budayamu adalah pengetahuanku...
adatmu merupakan saripati jiwaku...
biarkan aku memasukinya...
sungguh skrg lah saatnya,,selama bumi msh ada...
tak peduli meski itu tidak berguna...
aku hanya berusaha menyentuh pesonanya...
dalam raga tak ada yg dapat kita resapi tanpa adanya sentuhan wujud lain ciptaan ILLAHI...
akuilah bumi ini,, jika tidak, ia akan menjerat kita sekali lg...
mari melebur bersama menyentuh sabda hingga dapat kita campakan fatamorgana...
adatmu merupakan saripati jiwaku...
biarkan aku memasukinya...
sungguh skrg lah saatnya,,selama bumi msh ada...
tak peduli meski itu tidak berguna...
aku hanya berusaha menyentuh pesonanya...
dalam raga tak ada yg dapat kita resapi tanpa adanya sentuhan wujud lain ciptaan ILLAHI...
akuilah bumi ini,, jika tidak, ia akan menjerat kita sekali lg...
mari melebur bersama menyentuh sabda hingga dapat kita campakan fatamorgana...
Bercerita Padamu
betapa jauh jarak yg akan kita tempuh dengan diam...
betapa lucu kesan yg akan kita bina dengan harapan...
dan demikian syahdu jika semua tabir dapat kita singkirkan...
namun hidup hanya dapat berbicara sedikit...
...
ceritakan apa yg menjadikanmu pribadi yg besar,, meski jiwa tak mampu terbang keluar...
ceritakan apa yg membawamu berani menghancurkan, meski tekad mudah pupus ditengah jalan...
ceritakan pada mereka...
aku menunggumu disini dengan jutaan sabda...
apa salah..???
kita buktikan saja...
biarkan kali ini tanda tanya dan rasa takut kita pendam dalam kitab semesta...
betapa lucu kesan yg akan kita bina dengan harapan...
dan demikian syahdu jika semua tabir dapat kita singkirkan...
namun hidup hanya dapat berbicara sedikit...
...
ceritakan apa yg menjadikanmu pribadi yg besar,, meski jiwa tak mampu terbang keluar...
ceritakan apa yg membawamu berani menghancurkan, meski tekad mudah pupus ditengah jalan...
ceritakan pada mereka...
aku menunggumu disini dengan jutaan sabda...
apa salah..???
kita buktikan saja...
biarkan kali ini tanda tanya dan rasa takut kita pendam dalam kitab semesta...
Jumat, 02 Maret 2012
AFORISM
1;
aku sandarkan jiwaku pada ketidak berhinggan lamunan Tuhan...
dalam sabda, kau dapat menikmatinya, meski tak syarat makna...
2;
'impian adalah pelarian', dalam hal ini ada yang terlupa pada satu hal, bahwa;
untuk berlari pun kita membutuhkan impian yang besar...
3;
pelajari kalam, dengan sabar, secara cepat
kau akan mendapati kepekaan yg tak terbatas
Batam, 2011
aku sandarkan jiwaku pada ketidak berhinggan lamunan Tuhan...
dalam sabda, kau dapat menikmatinya, meski tak syarat makna...
2;
'impian adalah pelarian', dalam hal ini ada yang terlupa pada satu hal, bahwa;
untuk berlari pun kita membutuhkan impian yang besar...
3;
pelajari kalam, dengan sabar, secara cepat
kau akan mendapati kepekaan yg tak terbatas
Batam, 2011
Kamis, 01 Maret 2012
Sketsa Separasi Doa
PROLOG
dalam sabda
Tuhan menitipkan fitrah
yang pantas terbaca
SKETSA I
menelusuri kalam
diantaranya terdapat bagian
yang dapat menyudahi kehidupan
ke gerbang pengantar
SKETSA II
kelahiran baru
kepergian kelabu
semua menjadi satu dalam irama
doa sang waktu
SKETSA III
dalam artefak langkah
jejak yang tertinggal masih
menyisakan keinginan purba
SKETSA IV
kenangan selalu bernafas
dalam dirimu
itulah rindu, yang mengingatkan
pada peristiwa lalu
SKETSA V
doa kami tak lebih ibarat malam
melambangkan kecepatan suara
yang tak terdengar
Batam, 2011
dalam sabda
Tuhan menitipkan fitrah
yang pantas terbaca
SKETSA I
menelusuri kalam
diantaranya terdapat bagian
yang dapat menyudahi kehidupan
ke gerbang pengantar
SKETSA II
kelahiran baru
kepergian kelabu
semua menjadi satu dalam irama
doa sang waktu
SKETSA III
dalam artefak langkah
jejak yang tertinggal masih
menyisakan keinginan purba
SKETSA IV
kenangan selalu bernafas
dalam dirimu
itulah rindu, yang mengingatkan
pada peristiwa lalu
SKETSA V
doa kami tak lebih ibarat malam
melambangkan kecepatan suara
yang tak terdengar
Batam, 2011
Koleksi Kata 2
Introduced
temanku yg baik...
kurangi serta perhatikan rasa takut dan kegusaranmu...
jgn bersikeras melesat kedepan, sebab berbagi dgn teman dibelakang dan yg lain akan terasa dapat menjawab smw impian, setan pun tahu hal yg sederhana itu menakjubkan...
jgn sampai manisnya terlewat begitu saja...
aku hanya dapat menyampaikan
sebab, genderang yg terdengar ditelingaku ibarat pujian...
transisi kehidupan selalu berputar pada porosnya, siapkanlah mental baja, dengan dada, bukan dengan bangga jiwa...
markas/ 2011
Secarik Janji
kehangatan subuh yang tak terlupakan...
diantara jangkauan kehidupan yang demikian panjang...
disisiku telah tersedia kebahagiaan yg berharap disentuh...
entah aku malu atau semacam tak perduli...
aku biarkan dia meratap sendiri...
maafkan aku sekali lagi...
sungguh bukan karena pudarnya pesonamu...
atau padamnya iman didadamu...
seharusnya kau membantuku menemukan isyarat itu...
sadarilah dengan rendah hati...
kita mesti saling melengkapi...
itulah janji ILLAHI...
Batam, 2011
Seuntai Kekaguman
petikan untukku seuntai kekaguman abadi...
kelak pesonamu akan kutanam dalam hati,,hingga darah yg mengalir dinadiku pun mengikhlaskan rapalan doa untukmu disana...
sungguh bukan karena bergetarnya jagat atau indahnya wahyu yg melesat...
aku telah menjadikanmu didalam hati sebagai hadiah ILLAHI...
andai kamu dapat menyaksikan peristiwa kelahiranmu sendiri, niscaya kau akan tahu tak ada yg dapat menciptakan kebahagiaan yg melampaui garisNya disini...
teramat berat menyampaikan ini padamu...
karena
aku tak mampu melukis hatimu...
jika saja malaikat bersedia berbicara pada kita,,dengan segera kita akan dirasuki kesadaran bahwa kita adalah makhluk yg terberi...
kamu adalah sulbiku..
aku siap mengantarmu...
duduk bersampingan terdiam diantara manusia yg saling mengejar waktu tak menentu...
rindui aku,,aku senantiasa bercumbu dengan iman,bukan dengan buaian...
ya,,hanya seuntai kekaguman darimu...
aku dapat membelalakan mata jiwa-jiwa yg kerap membohongi diri...
sesegera mgkn aku akan lama terdiam...
melangkah mundur sejenak...
untuk menyiapkan lompatan besar dan hijrah yg panjang...
smw terlaksana karena
seuntai kekaguman darimu...
Batam, 2011
K e l a m
pada titik buram dimensi
bergelayut satu harapan pasti
diantara hidup dan mati
melampaui proses manusia menjadi...
ikrar
menaati keyakinan yang salah
terlantar di tanah tak berumah
konon
itu saja
dapat meruntuhkan aqidah
sementara
ayat kitab suci masih dibacakan disana...
ayat-ayat yang tersirat
sabda demi sabda yang terucap
diantara duel sengit langit dan bumi
doa anak yang terhanyut di kali
tak terdengar sama sekali...
hikayat adab
meniti artefak pertama sejarah manusiawi
petuah para nabi
hasut setan kedalam sulbi
ber hari-hari
kepergian terjadi
sejuta jiwa
tak lupa
mengais di tengah kota
cgit
/markas
temanku yg baik...
kurangi serta perhatikan rasa takut dan kegusaranmu...
jgn bersikeras melesat kedepan, sebab berbagi dgn teman dibelakang dan yg lain akan terasa dapat menjawab smw impian, setan pun tahu hal yg sederhana itu menakjubkan...
jgn sampai manisnya terlewat begitu saja...
aku hanya dapat menyampaikan
sebab, genderang yg terdengar ditelingaku ibarat pujian...
transisi kehidupan selalu berputar pada porosnya, siapkanlah mental baja, dengan dada, bukan dengan bangga jiwa...
markas/ 2011
Secarik Janji
kehangatan subuh yang tak terlupakan...
diantara jangkauan kehidupan yang demikian panjang...
disisiku telah tersedia kebahagiaan yg berharap disentuh...
entah aku malu atau semacam tak perduli...
aku biarkan dia meratap sendiri...
maafkan aku sekali lagi...
sungguh bukan karena pudarnya pesonamu...
atau padamnya iman didadamu...
seharusnya kau membantuku menemukan isyarat itu...
sadarilah dengan rendah hati...
kita mesti saling melengkapi...
itulah janji ILLAHI...
Batam, 2011
Seuntai Kekaguman
petikan untukku seuntai kekaguman abadi...
kelak pesonamu akan kutanam dalam hati,,hingga darah yg mengalir dinadiku pun mengikhlaskan rapalan doa untukmu disana...
sungguh bukan karena bergetarnya jagat atau indahnya wahyu yg melesat...
aku telah menjadikanmu didalam hati sebagai hadiah ILLAHI...
andai kamu dapat menyaksikan peristiwa kelahiranmu sendiri, niscaya kau akan tahu tak ada yg dapat menciptakan kebahagiaan yg melampaui garisNya disini...
teramat berat menyampaikan ini padamu...
karena
aku tak mampu melukis hatimu...
jika saja malaikat bersedia berbicara pada kita,,dengan segera kita akan dirasuki kesadaran bahwa kita adalah makhluk yg terberi...
kamu adalah sulbiku..
aku siap mengantarmu...
duduk bersampingan terdiam diantara manusia yg saling mengejar waktu tak menentu...
rindui aku,,aku senantiasa bercumbu dengan iman,bukan dengan buaian...
ya,,hanya seuntai kekaguman darimu...
aku dapat membelalakan mata jiwa-jiwa yg kerap membohongi diri...
sesegera mgkn aku akan lama terdiam...
melangkah mundur sejenak...
untuk menyiapkan lompatan besar dan hijrah yg panjang...
smw terlaksana karena
seuntai kekaguman darimu...
Batam, 2011
K e l a m
pada titik buram dimensi
bergelayut satu harapan pasti
diantara hidup dan mati
melampaui proses manusia menjadi...
ikrar
menaati keyakinan yang salah
terlantar di tanah tak berumah
konon
itu saja
dapat meruntuhkan aqidah
sementara
ayat kitab suci masih dibacakan disana...
ayat-ayat yang tersirat
sabda demi sabda yang terucap
diantara duel sengit langit dan bumi
doa anak yang terhanyut di kali
tak terdengar sama sekali...
hikayat adab
meniti artefak pertama sejarah manusiawi
petuah para nabi
hasut setan kedalam sulbi
ber hari-hari
kepergian terjadi
sejuta jiwa
tak lupa
mengais di tengah kota
cgit
/markas
Koleksi Kata 1
M a k a m
kubur aku disisi makam ayah
jika tidak
aku tak ingin tanah menyentuh jasadku
laut atau santapan burung bangkai
aku sudah siap menghadapi takdir demikian...
;apa salah jika aku merindui sosoknya?
untuk sekali saja...
penyekar pusara
nisan tak berbusana
daun kering diantaranya
bergerak lembut diantara rapalan doa
manusia
lebih laknat tanpa kesadaran siksa kubur didalamnya...
sertai jasadku dengan tanda tanya
agar dapat ku jawab satu demi satu
untuk menemani perjalananku ini
jika tidak
aku tak akan mampu menjawab pertanyaan mereka
aku tak sanggup mencegah murka para penyiksa
;apakah aku tampak seperti pengecut jika ingin membawa bekal?
untuk sekali saja
amini rintihku dalam barzah
jika tidak
aku akan tenggelam dalam buruknya neraca
organ tak lagi dapat kuperintah
apakah aku terlihat kekanakan jika berbicara tentang ajal?
untuk selamanya...
hatiku beramal
otakku mendumal
tanganku tersasar
jasadku terkapar
ruhku menjadi pelampiasan
segala ganjaran yang terlampir dalam
buku besar kehidupan...
- Sigit Sugiharto
Batam, 5/9/11
Mendekap Hati
pelita tampak bersinar melampaui kadar
teramputasi berjuta bayangan
hitam ungu
hijau abu-abu
bergemuruh memaksa tahu isi qolbu
ya, kamu...
celah sinar tembok didada
menerawang jiwa pribadi lama
garis takdir terajut seenaknya
menjadikan atas nama Tuhan
pelipur lara pribadi di tengah tangis para nabi
ya, manusia...
terus berlanjut sejak jaman purba
menggeledah hati
menjadi perintah Illahi
entah gerak atau ambisi
masih terjadi, disini...
sepertiga malam
ayat ayat al-quran masih terdengar
disisi manusia kurus kering
kelaparan...
dalam dekapan benci
dalam dekapan suci
dalam dekapan cinta
dalam dekapan petinggi agama
dalam dekapan hati
manusia mengutuk tragedi tanpa syukur dihati
ya, dunia...
sekali lagi dia menunjukkan taringnya untuk disadari
....
cgit /markas
Batam, 2011
Bahu Peri
jemariku menjamah bimasakti
terjerat dilembah yang tersakiti
lengking menggema
terikat pada upacara sujud purnama
satu pesona
cukup baginya membelah lautan merah
kelakar sang rembulan
diantara rasa takut akan kehilangan
aku terbaring diantaranya
menyaksikan gerakannya yang lembut, seperti maut
tongkat Musa
kokoh jiwa Rabiah
dalam sayembara anugerah tertera
;perayaan pementasan
;lucuti keinginan
;doa bertaburan
antara dua zaman berlapis jutaan peradaban
Nuh menangis disisi Tuhan
dimata
gerbang neraka seperti pintu surga
dalam jibaku ritual ibadah
aku sandarkan lelahku
diatas bahu peri saat senja teduh
diantara menara-menara negeri berhati batu
aku tertawa, tentu
disela wajah yang berkelebat menjauh
terbawa kereta dengan kecepatan penuh
peri disampingku hanya dapat hidup melalui arti
bukan melalui rindu, sepertiku
cgit/ Markas
Batam, 2011
Lamunan Kecil Masa Depan (Rough Essay)
Ada sebuah gerakan di p.jawa yg bertajuk "Teknologi Bukan Tuhan Kami"
Miris memang, jika kita membayangkan masa depan yg demikian luas hingga segala bentuk penyerapan dapat dengan mudah diinterupsi teknologi khususnya mediasi. Sedikit meniru gaya ungkapan penulis "Media telah melipat realitas kedalam sebuah kemasan yg dpt dengan mudah kita konsumsi"
untuk lbh dapat menjinakkan paradigma status quo tersebut (setidaknya), injak virusnya (hal2 yg tak berguna misalnya,meski pd dasarnya smw berguna),,rangkul dan kembangakan aplikasi yg lahir dr semua impuls diri yg dapat kita kembangkan melalui teknologi.
Sesungguhnya pencapaian spiritual terletak pada penerimaan hal-hal baru yg bahkan kita tidak sukai sama sekali. Dengan menerima dan mendapatkan warisan yg ada, lalu meneruskannya menjadi pusaka dan karya yg kelak menjadi warisan berikutnya untuk generasi yg menjadi cikal bakal, pembangun atau perusak. Agama, bahasa, etika, budaya dan segala macam bentuk teknologi yg ada disekitar kita tak lain adalah sebuah karya cipta yg diwariskan kehadapan kita untuk kita gunakan sebagaimana mestinya. Baik dan buruk adalah implementasinya.
Kita lah pewaris sah yg kelak akan terjerumus atau lulus dalam persinggahan singkat ini. Tinggal pilih mana yg lebih berguna dan berarti demi pewaris selanjutnya kelak. Pewaris yg praktis tak dapat menghindari Mesin Raksasa bernama teknologi diantara jeratan kapital serta aksioma yang ada.
Baik dan buruk adalah implementasinya. Semoga kita dapat berada diluar dualitas yg menjerat tersebut. Yang sering membawa kita pada kebimbangan diantaranya. Baik atau buruk kah?
Terlalu disayangkan...
Bukankah kita tahu "sebaik2nya pribadi adalah yg berguna bagi pribdadi lain"
Seperti syair yg dilantunkan band inggris Coldplay dalam lagu 'Talk';
"You can take a picture of something you see. In the future where will you'll be"
Info baca :
- Spiritualitas Posreligius (Book)
- 9 Risalah Al Gozhali (Book)
- Intelegensi Spiritual (Book)
Sigit Sugiharto (Al Faqir)
Batam, 2011
---------------------------------
Doa Bumi
ya Robb,, sadarkan kami yang selalu lupa pada kebesaranMu...
selalu sombong pada keterbatasan ini...
selalu berdusta pada kebenaranMu...
kami mohon jauhkan negeri ini dari bencana...
ampunilah umat yang telah membuatMu murka...
beri kami iman yang kuat untuk menyadari bahwa bumi telah sedemikian tua...
sungguh bukan bencana yg kami takuti...
bukan kesengsaraan yg menjadi mimpi buruk kami...
namun akhir batas kehidupan ini...
kami sangat gusar pada ketidaktahuan kami...
meski Kau adalah Yang Maha Memberi, namun garismu masih menjadi misteri...
kami mohon tancapkan kebesaranMu pada hati kami...
agar kami dapat membaca apa yang terlupa,,diantara terjadinya bencana...
amiiin...
Sigit
Batam, 6/8/11
kubur aku disisi makam ayah
jika tidak
aku tak ingin tanah menyentuh jasadku
laut atau santapan burung bangkai
aku sudah siap menghadapi takdir demikian...
;apa salah jika aku merindui sosoknya?
untuk sekali saja...
penyekar pusara
nisan tak berbusana
daun kering diantaranya
bergerak lembut diantara rapalan doa
manusia
lebih laknat tanpa kesadaran siksa kubur didalamnya...
sertai jasadku dengan tanda tanya
agar dapat ku jawab satu demi satu
untuk menemani perjalananku ini
jika tidak
aku tak akan mampu menjawab pertanyaan mereka
aku tak sanggup mencegah murka para penyiksa
;apakah aku tampak seperti pengecut jika ingin membawa bekal?
untuk sekali saja
amini rintihku dalam barzah
jika tidak
aku akan tenggelam dalam buruknya neraca
organ tak lagi dapat kuperintah
apakah aku terlihat kekanakan jika berbicara tentang ajal?
untuk selamanya...
hatiku beramal
otakku mendumal
tanganku tersasar
jasadku terkapar
ruhku menjadi pelampiasan
segala ganjaran yang terlampir dalam
buku besar kehidupan...
- Sigit Sugiharto
Batam, 5/9/11
Mendekap Hati
pelita tampak bersinar melampaui kadar
teramputasi berjuta bayangan
hitam ungu
hijau abu-abu
bergemuruh memaksa tahu isi qolbu
ya, kamu...
celah sinar tembok didada
menerawang jiwa pribadi lama
garis takdir terajut seenaknya
menjadikan atas nama Tuhan
pelipur lara pribadi di tengah tangis para nabi
ya, manusia...
terus berlanjut sejak jaman purba
menggeledah hati
menjadi perintah Illahi
entah gerak atau ambisi
masih terjadi, disini...
sepertiga malam
ayat ayat al-quran masih terdengar
disisi manusia kurus kering
kelaparan...
dalam dekapan benci
dalam dekapan suci
dalam dekapan cinta
dalam dekapan petinggi agama
dalam dekapan hati
manusia mengutuk tragedi tanpa syukur dihati
ya, dunia...
sekali lagi dia menunjukkan taringnya untuk disadari
....
cgit /markas
Batam, 2011
Bahu Peri
jemariku menjamah bimasakti
terjerat dilembah yang tersakiti
lengking menggema
terikat pada upacara sujud purnama
satu pesona
cukup baginya membelah lautan merah
kelakar sang rembulan
diantara rasa takut akan kehilangan
aku terbaring diantaranya
menyaksikan gerakannya yang lembut, seperti maut
tongkat Musa
kokoh jiwa Rabiah
dalam sayembara anugerah tertera
;perayaan pementasan
;lucuti keinginan
;doa bertaburan
antara dua zaman berlapis jutaan peradaban
Nuh menangis disisi Tuhan
dimata
gerbang neraka seperti pintu surga
dalam jibaku ritual ibadah
aku sandarkan lelahku
diatas bahu peri saat senja teduh
diantara menara-menara negeri berhati batu
aku tertawa, tentu
disela wajah yang berkelebat menjauh
terbawa kereta dengan kecepatan penuh
peri disampingku hanya dapat hidup melalui arti
bukan melalui rindu, sepertiku
cgit/ Markas
Batam, 2011
Lamunan Kecil Masa Depan (Rough Essay)
Ada sebuah gerakan di p.jawa yg bertajuk "Teknologi Bukan Tuhan Kami"
Miris memang, jika kita membayangkan masa depan yg demikian luas hingga segala bentuk penyerapan dapat dengan mudah diinterupsi teknologi khususnya mediasi. Sedikit meniru gaya ungkapan penulis "Media telah melipat realitas kedalam sebuah kemasan yg dpt dengan mudah kita konsumsi"
untuk lbh dapat menjinakkan paradigma status quo tersebut (setidaknya), injak virusnya (hal2 yg tak berguna misalnya,meski pd dasarnya smw berguna),,rangkul dan kembangakan aplikasi yg lahir dr semua impuls diri yg dapat kita kembangkan melalui teknologi.
Sesungguhnya pencapaian spiritual terletak pada penerimaan hal-hal baru yg bahkan kita tidak sukai sama sekali. Dengan menerima dan mendapatkan warisan yg ada, lalu meneruskannya menjadi pusaka dan karya yg kelak menjadi warisan berikutnya untuk generasi yg menjadi cikal bakal, pembangun atau perusak. Agama, bahasa, etika, budaya dan segala macam bentuk teknologi yg ada disekitar kita tak lain adalah sebuah karya cipta yg diwariskan kehadapan kita untuk kita gunakan sebagaimana mestinya. Baik dan buruk adalah implementasinya.
Kita lah pewaris sah yg kelak akan terjerumus atau lulus dalam persinggahan singkat ini. Tinggal pilih mana yg lebih berguna dan berarti demi pewaris selanjutnya kelak. Pewaris yg praktis tak dapat menghindari Mesin Raksasa bernama teknologi diantara jeratan kapital serta aksioma yang ada.
Baik dan buruk adalah implementasinya. Semoga kita dapat berada diluar dualitas yg menjerat tersebut. Yang sering membawa kita pada kebimbangan diantaranya. Baik atau buruk kah?
Terlalu disayangkan...
Bukankah kita tahu "sebaik2nya pribadi adalah yg berguna bagi pribdadi lain"
Seperti syair yg dilantunkan band inggris Coldplay dalam lagu 'Talk';
"You can take a picture of something you see. In the future where will you'll be"
Info baca :
- Spiritualitas Posreligius (Book)
- 9 Risalah Al Gozhali (Book)
- Intelegensi Spiritual (Book)
Sigit Sugiharto (Al Faqir)
Batam, 2011
---------------------------------
Doa Bumi
ya Robb,, sadarkan kami yang selalu lupa pada kebesaranMu...
selalu sombong pada keterbatasan ini...
selalu berdusta pada kebenaranMu...
kami mohon jauhkan negeri ini dari bencana...
ampunilah umat yang telah membuatMu murka...
beri kami iman yang kuat untuk menyadari bahwa bumi telah sedemikian tua...
sungguh bukan bencana yg kami takuti...
bukan kesengsaraan yg menjadi mimpi buruk kami...
namun akhir batas kehidupan ini...
kami sangat gusar pada ketidaktahuan kami...
meski Kau adalah Yang Maha Memberi, namun garismu masih menjadi misteri...
kami mohon tancapkan kebesaranMu pada hati kami...
agar kami dapat membaca apa yang terlupa,,diantara terjadinya bencana...
amiiin...
Sigit
Batam, 6/8/11
Langganan:
Postingan (Atom)